Postingan

Menampilkan postingan dengan label kris panahan

Asal-mula Jemparingan Mataram Yogyakarta (AK)

Gambar
Asal mula JEMPARINGAN MATARAM Yogyakarta Catatan pribadi Bpk. Kris panahan , praktisi jemparingan-mataraman, pelatih panahan gaya Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, dan atlit PERPANI KOTA Yogyakarta ronde panahan-tradisional. . . Maret 2015 . Sore hari di sekitaran lapangan Minggiran, Mantrijeron Yogyakarta. Suasana panas menyapa kami saat kebetulan sedang jalan-jalan sore bersama putra ke-2 kami, mas Noel. Ada pemandangan tak biasa, beberapa bapak tampak duduk di pinggir lapangan sambil merentang busur kayu - mengincar sasaran di tengah lapangan yang jaraknya lumayan jauh. Itu perkenalan PERTAMA keluarga kami dengan dunia panahan, dan ... sampai HARI INI, hampir tiada hari kami lewati tanpa merentang busur gendewa. Sudah 41 tahun saya tinggal di Yogyakarta. Lahir, besar, menikah, bahkan sampai dikaruniai 3 orang putra dan ... tidak pernah sekalipun mendengar tentang (olahraga) panahan di Yogyakarta. Sumber : KratonJogja Saya memang tahu di kraton Jogja ada  bregada  (kesatuan...

Kesenian khas Yogyakarta - JEMPARINGAN (AK)

Gambar
Kesenian khas Yogyakarta ( Bpk. KRIS Panahan ) - Kali ini kita akan membahas JEMPARINGAN, panahan-tradisional dari Kasultanan Mataram Yogyakarta. Seperti sebagian besar orang tahu, hampir tiap negara (terutama pada jaman dulu) pasti mengenal yg namanya panahan. Ada yg memanah dengan posisi berdiri, berkuda jongkok, dll. Nah di Jogjakarta juga ada seni memanah tradisional, yg posisinya WAJIB memanah dengan duduk bersila. Namanya jemparingan mataraman.. Jemparingan Mataraman Piala Raja HB : Jemparingan Modern / modifikasi, posisi busur-gendhewa diagonal k *** K Jemparingan Mataraman yg CARA LAMA, warisan  Sri Sultan Hamengku Buwana I, posisi busur gendhewanya HORISONTAL, memanah TANPA dibidik / nginceng dg mata, melainkan menggunakan MATA HATI / rasa. K Jemparingan gaya Mataraman Karaton Yogyakarta k Jemparingan Mataram sekarang terbuka untuk dipelajari UMUM. Masyarakat sekarang juga boleh gladhen (latihan-bersama) di plataran Kagungan dalem Bang...

PANAHAN :(AK)

Gambar
  k ( Bpk. KRIS Panahan ) GALLERY PHOTO : Toko KRIS Panahan Paseduluran Jemparingan LANGENASTRO # Bregada Jemparingan LANGENASTRO :         02. Ambarrukmo 03. Plataran Kagungan Dalem Bangsal KEMANDUNGAN, karaton Yogyakarta ---------------------------- -->  DAFTAR ISI  <-- ----------------------------

Kris-Ambar

Gambar
  . ( Bpk. KRIS Panahan ) ---------------------------- -->  DAFTAR ISI  <-- ----------------------------

Belajar memanah di jogja - Bpk. Kris Panahan

Gambar
Belajar memanah di Jogja (Bpk. Kris Panahan ) - Panahan adalah seni budaya yang SUDAH berkembang sejak AWAL berdirinya Kasultanan Yogyakarta. Di kampung-kampung banyak klub JEMPARINGAN. Panahan-tradisional JEMPARINGAN bisa diajarkan kepada anak-anak sejak usia-dini. Di LANGENASTRO kami menyebutnya : para Satria-Alit (ksatria-muda) Untuk Remaja & mahasiswa, kami menyebutnya : Satria-Anom BERBEDA dengan pelajaran panahan pada UMUMnya, di Paseduluran Jemparingan Langenastro, aspek budaya, budi-pekerti, safety, dll lebih ditekankan, disamping tentunya teknik-memanah yang benar dan AMAN. Jemparingan adalah seni memanah dalam posisi duduk bersila, WARISAN Sri Sultan Hamengku Buwana ke 1, di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta Di SASANA JEMPARINGAN LANGENASTRO, kampung Langenastran-Kidul, Kraton Yogyakarta,  jemparingan diajarkan utk semua umur,  dari PAUD s/d lansia. Kami biasa kumpul latihan jemparingan tiap Rabu-sore & Sabtu-sore. ...

Jemparingan LANGENASTRO

Gambar
Jemparingan Jogja LANGENASTRO ( Bpk. KRIS Panahan ) -AWAL tahun 2018  ini saya INGIN membuat semacam  corner-stone  / “batu-penjuru” perjalanan belajar MANAH jemparingan saya, khususnya sejak bergabung dengan  Paseduluran Jemparingan LANGENASTRO Jogja . Satrio-Alit LANGENASTRO,  adalah sebutan untuk anak-anak usia PAUD s/d SMP, yg rutin berlatih jemparingan tiap Sabtu sore di Paseduluran Jemparingan Langenastro. Bregada Jemparingan Langenastro  – Gladhen Jemparingan   Langenastro  – Paseduluran Jemparingan Langenastro  sudah sejak awal rutin  menyelenggarakan gladhen / latihan bersama, meliputi : (1) Gladhen Rebo Legi setiap selapan sekali, (2) Gladhen Tanggap Warsa dalam rangka ulangtahun; dan (3) Gladhen Khusus untuk momen khusus; serta (4) Gladhen Hageng – perhelatan akbar gladhen jemparingan BACA ARTIKEL SEBELUMYA : - Busur gendewa jemparingan NEXT :   Belajar memanah di Jogja - ...

Sekilas tentang BUSUR Gendewa jemparingan -bpk.Kris Panahan

Gambar
Busur Gendewa JEMPARINGAN   Sumber : https://www.backstreetacademy.com/yogyakarta/1832/the-making-of-gendewa-traditional-javanese-archery ( Bpk. KRIS Panahan ) -Jual Gendewa Jemparingan untuk anak dan dewasa.  Pak Kris Panahan | Hp/WA. 0838 6768 4151 Toko : Jl. Suryowijayan 69a, pojokbeteng kulon, Yogyakarta 55142. Telp. (0274) 374 327 Jemparingan adalah seni budaya panahan ASLI dari kasultanan Yogyakarta. Dilakukan dlm POSISI duduk bersila (putri: timpuh ), menggunakan GENDEWA (busur) dan JEMPARING (anak-panah). **** Untuk CENGKOLAK (pegangan busur/ riser ) dari kayu keras, spt: Sonokeling, Asem, Nangka, Sawo, dll. Barangkali ada yg mau buat sendiri, modelnya bebas, yg penting nyaman dipakai dan aman / tidak mudah patah. Di pasaran, cengkolak mentah belum di- finishing harga UMUM berkisar Rp.200ribu. Untuk LAR / sayapnya, dari bambu Petung yg TUA, dg jarak antar-ruasnya 65-70cm. Mohon DIHINDARI adanya ruas di tengah lar gendhewo kita, karena...

JEGULAN

JEGULAN Khusus  untuk  para abdi-dalem  dan  keluarga kraton ,  jemparingan  dilakukan dg posisi melintang, tanpa dibidik dg mata, melainkan dg hati. k Asal-usul Jemparingan di Kesultanan Yogyakarta Asal usul jemparingan di Kesultanan Yogyakarta, atau juga dikenal sebagai  jemparingan gaya Mataram Ngayogyakarta , dapat ditelusuri sejak awal keberadaan Kesultanan Yogyakarta. Sri Sultan Hamengku Buwono I  (1755-1792), raja pertama Yogyakarta, mendorong segenap pengikut dan rakyatnya untuk belajar memanah sebagai sarana membentuk watak kesatria. Watak kesatria yang dimaksudkan adalah empat nilai yang harus disandang oleh warga Yogyakarta. Keempat nilai yang diperintahkan Sri Sultan Hamengku Buwono I untuk dijadikan pegangan oleh rakyatnya tersebut adalah :  sawiji ,  greget ,  sengguh ,  dan  ora mingkuh . Sawiji   berarti berkonsentrasi,  greget   berarti semangat,  sengguh   berarti r...